Di Lampu Merah II January 24, 2012
Posted by Toufan Sougi in Repetisi.trackback
Hampir dua minggu lebih sejak pertemuan terakhirku dengan Minggus aku tidak lagi melihatnya di lampu merah kepri Mall yang hampir setiap malam kulewati sepulang kuliah.
Setiap aku melewati lampu merah itu aku mencari-cari bocah ikal penjual koran, Minggus. Tapi tadi malam aku nampak sesosok anak di lampu merah perawakannya mirip sekali dengan Minggus. Kurus, hitam, ikal dan khas seperti saudara-saudara kita dari Timur Indonesia. Dia menawarkan koran kepada beberapa pengemudi mobil seketika lampu merah menyala. Akupun memperhatikannya, lalu kubuka kaca helm ku. Si bocah ternyata peka terhadap gelagatku, dia langsung menghampiriku dan menawarkan korannya. “Koran, om?” sapanya cepat. Aku menggeleng, lalu kulanjutkan dengan pertanyaan, “Minggus?” kemudian si bocah menggeleng dan sambil tersenyum “bukan, itu kakak saya.” Dalam hatiku berujar “pantas saja kalian mirip”. Lalu di waktu yang singkat itu aku bertanya tentang keberadaan Minggus. Si bocah menjawab “Dia di Muka Kuning, jualan disana.” Aku kemudian mengangguk dan memperhatikan sorot matanya. Bocah ini nampak sangat kelelahan. Matanya sayu, raut wajahnya terlihat menahan kantuk. Tangannya yang kurua nampak kepayahan mengangkat tumpukan koran. Aku terpaku pada hal ini untuk beberapa saat. Ternyata beberapa detik lagi lampu hijau segera menyala, aku menutup pembicaraan itu “ya sudah, lanjutkan jualannya.” Kemudian bocah itu tersenyum dan berlalu.
Vitamin hati, kadang berinteraksi dengan saudara kita yang kurang beruntung seperti itu memberi pelajaran agar kita harus selalu bersyukur dengan segala yang kita miliki sekarang. Tatkala manusia-manusia menganggapmu rendah, menyepelekanmu, mengacuhkan, atau menyakiti hatimu maka bicara dengan saudara-saudara kita ini seperti vitamin hati. Vitamin yang memberi suplemen kekuatan kepada kita. Mengingatkan betapa Alloh semesta alam ini begitu menyayangimu pun dengan segala pembangkangan yang kamu lakukan.
love keeps us alive.
Comments»
No comments yet — be the first.